Erdogan Ucap Inspirasi Damai Timteng Versus Trump Berat ke Israel

Erdogan Ucap Inspirasi Damai Timteng Versus Trump Berat ke Israel

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mencela gagasan perdamaian Israel-Palestina yang dipublikasikan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (28/1). Erdogan memandang gagasan yang dipandang lebih berpihak Israel itu “betul-betul tidak bisa diterima”. Menurutnya, ide Trump itu tidak memberi jalan keluar ditambah lagi perdamaian.

“Yerusalem ialah suci buat umat Islam. Gagasan untuk memberi Yerusalem pada Israel benar-benar tidak bisa diterima. Gagasan ini meremehkan hak-hak masyarakat judi online Palestina serta mempunyai tujuan melegitimasi pendudukan Israel,” kata Erdogan seperti diambil oleh CNN Turki, Rabu (29/1).

Sesudah hampir tiga tahun digodok, Trump pada akhirnya mengutarakan proposal perdamaian Israel-Palestina gagasannya yang disebutkan ‘Kesepakatan Era Ini’. Trump mengklaim persetujuan yang ia bikin itu memberi win-win solution buat Israel serta Palestina. Tetapi, pada dasarnya, isi proposal perdamaian itu terlihat lebih cenderung berpihak Israel.

Dikutip AFP, dalam proposal Trump itu, AS mengatakan jika Yerusalem seutuhnya bisa menjadi ibu kota Israel. Sedang Palestina akan diberi hak untuk mengurus Yerusalem Timur jadi ibu kotanya bila nantinya telah berupa negara.

Baca juga : Windows 10 Saat Ini Sangat Mungkin Semua Pemakai Melaksanakan Panggilan Telpon Android Dari PC dengan Telpon Anda

Disamping itu, proposal AS itu memberi lampu hijau untuk mencaplok banyak wilayah Pinggir barat yang sejauh ini sisi dari Palestina. Trump janji akan menggalang dana investasi internasional sebesar US$50 miliar atau Rp682 triliun untuk membuat Palestina versus baru.

Gagasan Trump itu diterima baik oleh Israel, tetapi tidak diterima serta dicerca habis-habisan oleh Palestina sampai menyebabkan demo besar di Pinggir Barat serta Jalan Gaza.

Selain itu, tanggapan dari beberapa negara Arab cukup tidak sama. Yordania masih memberi dukungan kemerdekaan Palestina berdasar jalan keluar dua negara, dimana Yerusalem Timur jadi ibu kotanya. Diambil dari New York Times, Kementerian Luar Negeri Yordania mengingatkan resiko beresiko dari langkah unilateral Israel seperti mencaplok beberapa daerah Palestina.

Di lain sisi, Arab Saudi menghargai gagasan Trump itu serta Uni Emirat Arab memandang proposal damai bikinan AS itu adalah ide serius untuk mengakhiri banyak permasalahan di Timur Tengah sepanjang tahun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *